Perbedaan Waris Hibah Wasiat Dalam Hukum Islam

Perbedaan Waris Hibah Wasiat Dalam Hukum Islam

Perbedaan Waris Hibah Wasiat Dalam Hukum Islam

Waris, Hibah dan Wasiat - Secara kasat mata wasiat, hibah dan waris memang sama sama memberikan harta kepada orang yang berhak menerimanya. Tetapi ada kalanya pemberian tersebut dapat dikatakan harta warisan atau harta hibah maupun harta wasiat. Lalu apa saja yang membedakan antara ketiganya? secara garis besar kita bisa melihat tabel di bawah ini. Dan bagi kamu yang perlu penjelasan lebih, silahkan lanjut memahami artikel berikutnya.
Waris Hibah Wasiat
Waris Hibah Wasiat

Perbedaan Waris Hibah Wasiat Dalam Hukum Islam

Perbedaan Waris Hibah Wasiat Dalam Segi Waktunya

Dari segi wattu, harta waris tidak dibagi-bagi kepada para ahli warisnya, juga tidak ditentukan berapa besar masing-masing bagian, kecuali setelah pemiliknya (muwarrits) meninggal dunia. Dengan kata lain, pembagian waris dilakukan setelah pemilik harta itu meninggal dunia. Maka yang membagi waris pastilah bukan yang memiliki harta itu.

Sedangkan hibah dan washiyat, justru penetapannya dilakukan saat pemiliknya masih hidup. Bedanya, kalau hibah harta itu langsung diserahkan saat itu juga, tidak menunggu sampai pemiliknya meninggal dulu. Sedangkan washiyat ditentukan oleh pemilik harta pada saat masih hidup namun perpindahan kepemilikannya baru terjadi saat dia meninggal dunia.

Perbedaan Waris Hibah Wasiat Dalam Segi Penerimannya

Yang berhak menerima waris hanyalah orang-orang yang terdapat di dalam daftar ahli waris dan tidak terkena hijab hirman. Tentunya juga yang statusnya tidak gugur.

Sedangkan washiyat justru diharamkan bila diberikan kepada ahli waris. Penerima washiyat harus seorang yang bukan termasuk penerima harta waris. Karena ahli waris sudah menerima harta lewat jalur pembagian waris, maka haram baginya menerima lewat jalur washiat.

Sedangkan pemberian harta lewat hibah, boleh diterima oleh ahli waris dan bukan ahli waris. Hibah itu boleh diserahkan kepada siapa saja.

Perbedaan Waris Hibah Wasiat Dalam Segi Nilai (Jumblah Harta)

Dari segi nilai, harta yang dibagi waris sudah ada ketentuan besarannya, yaitu sebagaimana ditetapkan di dalam ilmu faraidh. 

Ada ashabul furudh yang sudah ditetapkan besarannya, seperti 1/2, 1/3, 1/4, 1/6, 1/8 hingga 2/3. Ada juga para ahli waris dengan status menerima ashabah, yaitu menerima warisan berupa sisa harta dari yang telah diambil oleh para ashabul furudh. Dan ada juga yang menerima lewat jalur furudh dan ashabah sekaligus.

Sedangkan besaran nilai harta yang boleh diwasiatkan maksimal hanya 1/3 dari nilai total harta peninggalan. Walau pun itu merupakan pesan atau wasiat dari almarhum sebagai pemilik harta, namun ada ketentuan dari Allah SWT untuk membela kepentingan ahli waris, sehingga berwasiat lebih dari 1/3 harta merupakan hal yang diharamkan. 

Bahkan apabila terlanjur diwasiatkan lebih dari 1/3, maka kelebihannya itu harus dibatalkan. 

Perbedaan Waris Hibah Wasiat Dalam Segi Hukumnya

Pembagian  waris itu hukumnya wajib dilakuan sepeninggal muwarrits, karena merupakan salah satu kewajiban atas harta.

Sedangkan memberikan wasiat hukumnya hanya sunnah. Demikian juga memberikan harta hibah hukumnya sunnah.
Buka Komentar