Contoh dan Hukum Bacaan Mad Jaiz Munfasil Dalam Al-Qur'an

Contoh dan Hukum Bacaan Mad Jaiz Munfasil Dalam Al-Qur'an

Contoh dan Hukum Bacaan Mad Jaiz Munfasil Dalam Al-Qur'an

Mad Jaiz Munfasil - Ilmu tajwid kali ini membahas seputar salah satu cabang dari mad far'i. Jika sebelumnya membahas mad wajib muttasil dan contoh contohnya dalam beberapa nama suratnya. Sekarang kita akan membahas hukum bacaan mad jaiz mufasil secara tuntas, baik pengertian, hukum bacaannya dan contoh-contohnya.

Sekedar mengingat ulang, bahwasannya mad di bagi menjadi dua yaitu: mad thabi'i (mad asli) dan mad far'i. Sedangkan mad far'i di bagi lagi menjadi beberapa hukum mad. Berikut tabel yang bisa memudahkan kita memahami kerangka pembagian mad.
 Mad Jaiz Munfasil
 Mad Jaiz Munfasil

Hukum Bacaan Mad Jaiz Munfasil

1. Pengertian dan Hukum Bacaan Mad Jaiz Munfasil

Secara bahasa mad berarti panjang, jaiz berarti boleh dan mufasil berarti terpisah. Jika secara istilah mad jaiz munfasil adalah mat thabi'i yang bertemu dengan hamzah berharokat tetati tidak dalam satu kalimat.

Jadi, hukum bacaan mad jazi munfasil ketika ada mad thabi'i (mad asli) kemudian setelahnya bertemu dengan hamzah yang berharokat fathah, dhommah maupun kasroh. Maka cara membacanya adalah dipanjangkan 4 atau6 harokat. Misal:
Dalam contoh tersebut, ada kalimat wamaa yang merupakan mad tabi'i (mim fathah bertemu alif), kemudian setelahnya bertemu hamzah yang merupakan bagian dari kalimat adrooka.

Berbeda dengan mad wajib muttasil, meskipun merupakan pertemuan mad thabi'i dengan hamzah, tetapi dalam satu kalimat. Silahkan baca disini untuk mengetahui perbedaannya: Contoh dan Hukum Bacaan Mad Wajib Muttasil

2. Contoh Mad Jaiz Mungfasil Dalam Al Quran

Berikut contoh dari mad jaiz munfasil (lingkaran biru) dan mad wajib muttasil (lingkaran merah). Dalam contoh ini kamu bisa membedakan antara keduanya:
Contoh mad jaiz munfasil dalam lingkaran biru yang terdapat pad ayat 1 dan 2, mad tabi'i dan hamzah tidak dalam satu kalimat. Sedangka mad wajib muttasil dalam lingkaran merah, mad thabi'i dan hamzah dalam satu kalimat
Buka Komentar