Pengertian Tentang Saktah, Tashil, Isymam, Naql, Imalah, Badal dan Shilah Dalam Al-Qur'an

Pengertian Tentang Saktah, Tashil, Isymam, Naql, Imalah, Badal dan Shilah Dalam Al-Qur'an

Pengertian Tentang Saktah, Tashil, Isymam, Naql, Imalah, Badal dan Shilah Dalam Al-Qur'an

Bacaan gharib lengkap - Pada kesempatan kali ini kita akan membahas bacaan-bacaan gharib yang ada dalam al-qur'an, untuk mengingat ilmu tajwid lainnya, baca juga hukum bacaan tajwid lengkap jika dalam artikel tersebut kita hanya membahas sekilas dan beberapa contoh mengenai bacaan gharib, pada kesempatan kali ini kita akan membahas sedikit lebih banyak mengenai pengertian Tentang Saktah, Tashil, Isymam, Naql, Imalah, Badal dan Shilah Dalam Al-Qur'an

Gharib berasal dari bahasa Arab غرب(ghorban) - يغرب (yaghribu) - غربا (ghoroba) yang berarti pergi mengasingkan diri, bacaan yang asing atau aneh dalam bacaan al-Qur’an dan sukar dipahami dalam membacanya. Gharib menurut bahasa artinya tersembunyi atau samar, sedangkan menurut istilah Ulama qurra’, gharib artinya sesuatu yang perlu penjelasan khusus dikarenakan samarnya pembahasan atau karena peliknya permasalahan baik dari segi huruf, lafadz, arti maupun pemahaman yang terdapat dalam Al-Qur’an.

Dikatakan bacaan asing karena dalam membacanya tidak sesuai dengan kaidah bacaan pada umumnya. Dengan demikian ketepatan pada gharib adalah kemampuan siswa dalam menguasai materi gharib yaitu materi yang berisi bacaan al-Qur’an yang bacaanya asing atau aneh.  Adapun bacaan-bacaan yang dianggap gharib (tersembunyi/samar) dalam qira’ah Imam Ashim riwayat Hafs diantaranya adalah : Saktah, Tashil, Isymam, Naql, Imalah, Badal dan Shilah.

Pengertian Tentang Saktah, Tashil, Isymam, Naql, Imalah, Badal dan Shilah Dalam Al-Qur'an

Saktah
Saktah

1. Bacaan Gharib Saktah

Yang di maksud saktah adalah berhenti sejenak tanpa ambil nafas, sehingga suaranya terdengar terputus tetapi tidak menarik nafas. Adapun di dalam al-Qur'an biasanya saktah ditandai dengan (سكتة) dan kadang-kadang juga dengan (س) saja. Di dalam al-Qur'an bacaan saktah ada pada 4 tempat, yakni: 
  1. Surah al-Kahfi ayat 1dan 2:  ۥ عِوَجَاۜ  قَيِّمً۬ا('iwaja-qoyyima)
  2. Surah Yasin ayat 52:  مِن مَّرۡقَدِنَاۜ‌ۗ هَـٰذَا (mimmarqodina-hada)
  3. Surah al-Qiyamah ayat 27:  وَقِيلَ مَنۡۜ رَاقٍ۬ (waqilaman-rooqin)
  4. Surah al-Muthaffifiin ayat 14: كَلَّا‌ۖ بَلۡۜ رَانَ (kallaa bal-roona)


2. Bacaan Gharib Tashil

Cara membaca dua hamzah yang berjejer, hamzah pertama dibaca biasa sedangkan hamzah yang kedua disederhanakan, cara membacanya adalah ditengah-tengah antara huruf Hamzah dan Ha, jadi lafadz yang keluar tidak seperti huruf Hamzah dan juga tidak seperti huruf Ha tetapi ditengah-tengah kedua huruf tersebut. (samar-samar). Di dalam al-Qur'an bacaan tashil hanya ada pada 1 tempat, yaitu:
  1. Surah Fushshilaat ayat 44:  ءَا۠عۡجَمِىٌّ۬ وَعَرَبِىٌّ۬‌ۗ (a a'jamiyyu wa'arobi)


3. Bacaan Gharib Isymam

Isymam di baca dengan mengisaratkan bibir seolah-olah sedang mengeluarkan kata "nu" namun tanpa suara, ketika mentasydidkan nun. Jadi ketika membaca nun yang ditasydid bibir harus mencucu, Dalam al-Qur'an bacaan ini hanya terdapat pada 1 tempat, yakni:
  1. Surat Yusuf ayat 11:  لَا تَأۡمَ۫نَّا (latakmannuna)


4. Bacaan Gharib Naql

Adalah membaca lam sukun (أل) "al" diganti dengan harakat huruf hamzah sesudahnya "i" sehingga menjadi (أل) "ali" kemudian huruf hamzah kasrah "i" dari kata "ٱسۡم" dibuang, sehingga berbunyi (lismu) kemudian dihubungkan dengan  "بِئۡسَ" maka menjadilah bacaan (bi'sa lismu). Dalam al-Qur'an, ayat yang mesti dibaca naql hanyalah ada pada 1 tempat, yakni:
  1. Surah al-Hujurat: 11:  بِئۡسَ ٱلِٱسۡمُ (biksalismu)


5. Bacaan Gharib Imalah

Secara bahasa IMAALAH berarti miring, sedangkan menurut Istilah adalah menyondongkan (suara ) fathah ke arah kasroh dan ( suara ) alif ke arah yaa.  maksudnya ialah suara fathah condong ke arah kasroh, sehingga keluar bunyi mendekati huruf  " e " dalam kata sate. Dalam al-Qur'an, lafadz yang dibaca dengan metode ini ada pada 1 tempat, yakni:
  1. 1. Surat Hud ayat 41:  مَجۡر۪ٮٰهَا (majreha)

6 Bacaan Gharib Badal

Badal menurut bahasa artinya mengganti, mengubah, sedangkan maksud badal disini adalah mengganti huruf hijaiyah satu dengan huruf hijaiyah lainnya. Diantaranya mengganti ء dengan ي dan mengganti ص dengan س
  1. QS. Al-Ahqaf  4:  فِي السَّمٰوٰتِ ائْتُوْنِيْ (fisamawatuni)
  2. QS. Al-Baqarah  245:  وَيَبْصُۜطُ (wayabsut)
  3. QS. Al-A’raf  69:  بَصْۜطَةً (basthotun)

7 Bacaan Gharib Shilah

Menurut ijma’ para ulama qurra’, bahwa apabila ada ha’ dlamir yang tidak diawali dengan huruf mati, maka ha’ dlamir tersebut harus dibaca panjang dan perlu ditambahkan huruf mad setelahnya, alasannya untuk menguatkan huruf ha’ dlamir tersebut karena tidak alasan yang mengharuskan membuang huruf setelah ha’ dlamir ketika huruf sebelumnya hidup (berharakat)
.
Dalam qira’ah Imam Ashim riwayat Hafs ada satu ha’ dlamir yang tetap dibaca panjang walaupun diawali dengan huruf mati, yaitu pada kalimat وَيَخْلُدْ فِيْهٖ مُهَانًا dalam QS. Al-Furqan : 69

Kaidah Bacaan Gharib Khusus Lainnya

Selain 7 macam bacaan gharib diatas (Saktah, Tashil, Isymam, Naql, Imalah, Badal dan Shilah) masih banyak bacaan gharib lain yang perlu kita perhatikan, sebagiannya adalah sebagai berikut:
  1. Ha'-nya dibaca dhommah. عَلَيۡهُ ٱللَّهَ (Q.s. Al-Fath: 10).
  2. Ha'nya dhommah dan pendek ketika washol أَنسَٮٰنِيهُ (disambung).(Q.S. al-Kahfi: 63).
  3. Qaf-nya mati, ha-nya kasrah dan pendek. وَيَتَّقۡهِ (Q.S. An-Nur: 52).
  4. Ha'-nya dhommah dan pendek يَرۡضَهُ لَكُمۡ‌ۗ (Q.S. Az-Zumar: 7).
  5. Lam-nya kasrah, Ha'-nya kasrah dan pendek وَقِيلِهِۦ (Q.S. Az-Zukhruf: 88).
  6. Ha'-nya dibaca pendek, sebab bukan Ha' dhomir (kata ganti),  مَا نَفۡقَهُ (Q.S. Hud: 91),  فَوَٲكِهُ (Q.S. al-Mu'minun: 19), demikian juga lafadz  يَنتَهِ.
  7. Fa'-nya dibaca pendek, فَكِهِينَ (Q.S.al-Muthaffifiin: 31), demikian juga lafadz:  فَرِحِينَ
  8. Kaf-nya dibaca fathah. وَهُوَ ڪَلٌّ (Q.S. an-Nahl: 76).
  9. Pada waktu membaca ba-nya kedua lafadz berikut, hendklah berhati-hati jangan sampai salah membaca harakat dan panjang pendeknya. وَرَبَـٰٓٮِٕبُڪُمُ (Q.S. an-Nisa: 23),  جَلَـٰبِيبِهِنَّۚ (Q.S. al-Ahzab: 59).
  10. Lam-nya yang kedua dibaca kasrah.  لِّلۡعَـٰلِمِينَ (Q.S. Ar-Ruum: 22).
  11. Mim-nya dibaca kasrah  يَوۡمِٮِٕذٍ‌ۗ (Q.S. Hud: 66) dan (Q.S. al-Ma'arij: 11).
  12. Dzal-nya fathah,sedang nun-nya dhommah.  أَرِنَا ٱلَّذَيۡنِ  (Q.S. Fushshilat: 29).
  13. Dal-nya fathah dan Nun-nya kasroh. خَـٰلِدَيۡنِ (Q.S. Al-Khasyr: 17).
  14. Dhod-nya boleh dibaca fathah atau dhommah. Dalam 1 ayat ada 3 kata, apabila yang awal dibaca fathah, maka semuanya harus dibaca fathah, dan apabila yang pertama dibaca dhommah, maka semuanya harus dibaca dhommah. ضَعۡفٍ۬ (Q.S. ar-Ruum: 54).
  15. Lam-nya (إِلاًّ۬) tanwin, kemudian di idh-ghaomkan pada wawu ketika washol (sambung). Lafadh (إِلاًّ۬) ini bermakna qorobah bukan ististna.  إِلاًّ۬ وَلَا ذِمَّةً۬‌ۚ  (Q.S. at-Taubah: 8 dan 10).
  16. Ta-nya dibaca fathah dan tanpa (تَجۡرِى تَحۡتَهَا  ,(مِنَ (Q.S. at-Taubah: 100).
  17. dibaca panjang 2 ketukan,  أُولَٮٰهُمَا (Q.S. al-Isra': 5), لِأُولَٮٰهُمۡ (Q.S. al-A'raf: 38-39), demikian juga lafadz (لِأُولَا) dengan ( ٱلۡ)
  18. Hamzahnya pendek. سَأُوْرِيكُمۡ (Q.S. Al-A'raf: 145).
  19. Wawu-nya dibaca pendek. مِن تَفَـٰوُتٍ۬‌ۖ  (Q.S. al-Mulk: 3).
  20. وَءَاتَوُاْ ٱلزَّڪَوٰةَ (Q.S.al-Baqarah:277) dan (Q.S. at-Taubah: 5 dan 11), (Q.S.al-Hajj: 41), Ta-nya fathah, wawu-nya dhommah ketika washol (sambung), dan mati ketika waqof (berhenti). Ini fi'il Madhi (kata lampau) bukan fi'il 'Amr (kata perintah).

http://www.jadipintar.com/2015/01/pengertian-tentang-saktah-tashil-isymam-naql-dan-imalah-dalam-bacaan-al-quran.html
Buka Komentar