Hukum Bacaan Tajwid Lengkap Beserta Contoh

Hukum Bacaan Tajwid Lengkap Beserta Contoh

Hukum Bacaan Tajwid Lengkap Beserta Contoh

Hukum bacaan tajwid beserta contohnya - Asalamualaikum sobat eko. Pada kesempatan kali ini mari kita belajar tajwid terlebih dahulu agar bisa membaca al-qur'an dengan baik dan benar. Mengingat pentingnya mempelajari berbagai macam bacaan tajwid agar kita bisa membaca kitab Allah yang diturunkan kepada nabi besar muhammad saw ini.

Ilmu tajwid adalah ilmu tentang kaidah dan tata cara membaca al-Quran dengan sebaik-baiknya dan benar, baik membunyikan huruf yang berdiri sendiri maupun huruf dalam rangkaian. Ilmu tajwid memang ilmu khusus untuk mempelajari bagaimana membaca kitab suci al-qur'an yang baik dan benar. Didalamnya berisi tentang berbagai macam hukum bacaan, tanda baca, maupun cara baca dan lain sebagainya yang berhubungan dengan cara membaca al-qur'an

Mengingat banyaknya pembahasan yang di jelaskan dalam ilmu tajwid, kami akan mencoba mengambil kesimpulan dari semua hukum bacaan tajwid dan meberikan contoh agar mudah dipahami oleh pembaca artikel ini. Oke sob, mari kita memulai pembahasan kita dengan membaca bismillahirrohmanirrohim

Hukum Bacaan Tajwid Lengkap Beserta Contohnya
Hukum Bacaan Tajwid Lengkap

Hukum Bacaan Tajwid (Bab 1: Nun Mati dan Tanwin)

1 Hukum Bacaan Izhar Halqi

Apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf halqi yaitu ( ا هـ ح خ ع غ ) maka dinamakan izhar halqi, cara membacanya adalah jelas dan pendek.
*Contoh Izhar halqi: منهــم (minhum). سلم هي (salaamun hiya)

2 Hukum Bacaan Idgham Bilaghunnah

Apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan ( ل ر ) maka dinamakan idgham bilaghunnah. Cara membacanya dengan mengidghomkan atau memasukkan nun mati atau tanwin pada lam dan ro’ tanpa dengung, tidak ditekan dan tidak boleh ditahan. 
*Contoh Idgham Bilaghunnah: خيلم (khoirul lahum)

3 Hukum Bacaan Idgham Bighunnah

Apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu dari  ( ي ن م و ) maka dinamakan idgham bighunnah. Cara membacanya dengan memasukkan nun mati atau tanwin kepada huruf didepannya dengan mendengung, ditekan dan dipanjangkan sedikitnya dua harokat.
*Contoh Idgham Bighunnah:  يومئذناعمة (yaumaidzinnn naa’imah)

Catatan: Kecuali jika huruf yang diidghomkan dalam satu kata, maka membacanya harus diidzharkan, tidak dengung, tidak ditekan dan tidak boleh ditahan. Contohnya conohnya  بُنْيَانٌ, اَدُّنْيَا, قِنْوَانٌ, dan صِنْوَانٌ

4 Hukum Bacaan Iqlab

Apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan ( ب ), maka cara membacanya adalah menukar bunyinya menjadi mim, ditekan dan dipanjangkan sedikitnya dua harokat.
*Contoh Iqlab: من بعدهم (mimmm ba’dihim) dan سيع بصي (samii’ummm bashiiir)

5 Hukum Bacaan Ikfa'

Apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf berikut ( ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك ), maka cara membacanya dengan menyamarkan bunyinya, mendengung dan dipanjangkan dua harokat.
*Contoh Ikfa': ينطقون (yannnthiquuun) dan قوماطاغي (qoumannn thooghiiin)

Hukum Bacaan Tajwid (Bab 2: Mim Mati)

1 Hukum Bacaan Izhar syafawi

Apabila ada mim sukun berhadapan dengan salah satu huruf hijaiyah selain mim dan baa’ maka dinamakan izhar syafawi, cara membacanya disuarakan dengan jelas dan terang tanpa dipanjangkan
*Contoh Izhar syafawi وامرئته (wamro-atuhuu)

2 Hukum Bacaan Ikfa' syafawi

Apabila ada mim sukun bertemu dengan ( ب ) maka dinamakan Ikfa syafawi, Cara membacanya didengungkan dan dipanjangkan
*Contoh Ikfa' syafawiتَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ (tarmiihimmm bihijaaroh)

3 Hukum Bacaan Idgham Mimmi

Apabila ada mim sukun bertemu dengan huruf mim maka dinamakan idgham mimmi, cara membacanya mendengung, ditekan dan dipanjangkan sedikitnya dua harokat.
Contoh Idgham Mimmi: أَم مَنْ (ammm man) dan كَمْ مِن (kammm min)

Hukum Bacaan Tajwid (Bab 3: Mim Tasydid dan Nun Tasydid)

Apabila ada mim ditasydid atau nun ditasydid, maka cara bacanya adalah dengan mendengung, karena termasuk bacaan ghunnah. Dan ditpanjangkan sedikitnya dua harokat.
*Contoh Nun Tasydidi: ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠِﻨﱠﺔ ﻭَﺍﻟﻨﱠﺎﺱِ (minaljinnati wannas)

Hukum Bacaan Tajwid (Bab 4: Idgham)

1 Hukum Bacaan Idgham Mutamatsilain

Jika suatu huruf bertemu dengan huruf yang sama semisal dal bertemu dal atau bak bertemu bak atau yang lainnya maka dinamakan idgham mutamatsilain. Cara membacanya adalah dengan mentasydidkan huruf tersebut
*Contoh Idgham Mutamatsilain: اذذهب (idzahab)

2 Hukum Bacaan Idgham Mutajanisain

Jika suatu huruf bertemu dengan huruf berharokat yang sama makhrojnya seperti halnya dal bertemu ta atau lam bertemu ra atau yang lainnya maka dinamakan idham mutajanisain. Cara membacanya dengan mentasydidkan huruf tersebut.
*Contoh Idgham Mutajanisain: قل رب (Qurrobi) ماعبدتم (Maa abattum)

3 Hukum Bacaan Idgham Mutaqaribain

Jika suatu huruf bertemu dengan huruf yang makhroj dan sifatnya hampir sama seperti halnya tsa bertemu dzal maka dinamakan idgham mutaqaribain. Cara membacanya dengan mentasydidkan huruf tersebut.
*Contoh Idgham Mutaqaribain: يلهث ذلك (Yalhadzalika)

Hukum Bacaan Tajwid (Bab 5: Mad)

1 Hukum Bacaan Mad Tabii

apabila ada alif terletak setelah fathah, yak mati terletak setelah kasro, dan wawu mati terletak setelah dhommah maka dinamakan mad tabii. Membacanya harus dipanjangkan satu alif (dua harokat). *Contoh Mad Tabii: ادخلوا (uddkhuluu)قيل (qiila)قال (qoola)

Catatan: Mad thobi’i ini jika bertemu dengan huruf mati, maka tidak boleh dibaca panjang

2 Hukum Bacaan Mad Wajib Muttasil

apabila ada mad tabii bertemu dengan hamzah dalam satu kata maka dinamakan mad wajib muttasil, cara membacanya dipanjangkan dua setengah alif (lima harokat). 
*Contoh Mad Wajib Muttasil: سواء (sawaaaaa-un) dan وراء (warooooo-a)

3 Hukum Bacaan Mad Jaiz Munfasil

Apabila ada mad tabii bertemu alif (hamzah) yang bukan dalam satu kata maka dinamakan mad jaiz munfasil. Cara membacanya dipanjangkan satu setengah sampai dua setengah alif (tiga sampai lima harokat). 
*Contoh Mad Jaiz Munfasil: إِنَّا أَعْطَيْنَا (innaaaaa-a'thoina)

4 Hukum Bacaan Mad Lazim Mutsaqal Kilmi

Apabila ada mad tabii bertemu dengan tasydid di dalam satu kata maka dinamakan mad lazim mutsaqal kilmi. Cara membacanya dipanjangkan tiga alif (enam harokat).
*Contoh Mad Lazim Mutsaqal Kilmi: وَﻻَالضَّآلِّينَ (waladhdhoooooolliiiiin)

5 Hukum Bacaan Mad Lazim Mukhafaf Kilmi

apabila ada mad tabii bertemu sukun maka dinamakan mad lazim mukhafaf kilmi. Cara membacanya dipanjangkan tiga alif (enam harokat). 
*Contoh Mad Lazim Mukhafaf Kilmi: آﻻَن (aaaaaal-aana)

6 Hukum Bacaan Mad Arrid Lissukun

jika ada mad tabii bertemu dengan huruf hidup yang dibaca mati karena berhenti maka dinamakan mada ariid lissukun. Cara membacanya dipanjangkan satu sampai tiga alif (dua hingga enam harokat). 
*Contoh Mad Arrid Lisukun: شديدالعقاب (syadiidul’iqooooobbe) dan خيالرازقي (khoirurrooziqiiiiin)

7 Hukum Bacaan Mad Layyin

apabila ada wawu sukun atau yak sukun yang didahului oleh fathah maka dinamakan mad layyin. Cara membacanya dipanjangkan dua setengah alif (lima harokat). 
Contoh Mad Layyin: من خوف (min khouuuuuf)  dan من شيء (minnn syaiiiiik)

8 Hukum Bacaan Mad Iwad

jika ada fathah tanwin pada akhir kata kemudian diwaqofkan (berhenti) maka dinamakan mad iwadh. Cara membacanya dipanjangkan satu alif (dua harokat). 
Contoh Mad Iwad: صف اصف ا (shoffannnshoffaa)

Catatan: pengecualian yang tidak dipanjangkan misalnya. اولواالعلم (ulul’ilmi)اولىاللباب (ulil al-baaaaabbe) انا (ana) dan اولئـك (ulaaaaa-ika)

Hukum Bacaan Tajwid (Bab 6: Lam Ma'arif)

1 Hukum Bacaan Idgham Qamariah

Apabila ada alif lam bertemu dengan salah satu dari (ء ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و هـ ي) maka dinamakan idgham qamariah, Cara membacanya huruf lam di sukun
*Contoh Idgham Qamariah: اْلبَصِيْرُ (al-bayiir)

2 Hukum Bacaan Idgham syamsiyah

Apabila ada alif lam bertemu dengan salah satu dari (ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن) maka dinamakn idgham syamsiah, cara membacanya  huruf lam tidak dibaca
*Contoh Idgham syamsiah: التَّكَاثُرُ (at-takasur)

Hukum Bacaan Tajwid (Bab 7: Qalqalah)

Apabila huruf-huruf qolqolah (ق ط ب ج د ) itu mati atau sukun, cara membacanya harus bergetar dan memantul kembali. Bentuk qolqolah ada dua macam, yaitu; qolqolah shuhro (sedikit memantul) dan qolqolah kubro (sangat memantul).

1 Qolqolah shugro

jika huruf-huruf qolqolah mati ditengah kata maka dinamakan qalqalah shugro. Cara membacanya agak sedikit memantul bergetar.
*Contoh Qalqalah sugra:  وادعوا (wadd’uu)يقطعون (yaqqtha’uuun) dan رزقنهم (rozaqqnaahum)

2 Qalqalah Kubra

jika huruf qolqolah di akhir kata dan dibaca waqaf (berhenti) maka dinamakan qalqalah kubra. Cara membacanya harus benar-benar memantul dan bergetar, solah-olah hidup kembali. 
*Contoh Qalqalah Kubra: اذاوقب (idzaa waqob-be)كفوااحد (kufuwan ahad-de)

Hukum Bacaan Tajwid (Bab 8: Tafkhim dan Tarqiq)

1 Huruf Lam

LAM TEBAL PADA LAFADH JALALAH jika didahului huruf yang berharokat fathah atau dhommah.
*Contoh Lam tebal: هُـوَاللهُ (huwallahu)

LAM TIPIS PADA LAFADH JALALAH jika didahului huruf yang berharokat kasro.
*Contoh Lam Tipis: بِــسْمِ اللهِ  (bismillaahi)

2 Huruf Ra

ROK YANG DIBACA TEBAL

  • Jika difathah atau didhommah رزقنا (ruziqqnaa)
  • Jika rok sukun didahului huruf yang difathah atau didhommah. قربة (qurbatun) قربان (qurbaanun)
  • Jika didahului alif zaidah (tambahan) yang dikasro. ارحنا (irhamnaa)ارجعوا (irji’uu)
  • Jika rok sukun yang didahului huruf yang dikasro, tetapi berhadapan dengan: خ ص ض ط ظ غ ق
  • Jika rok sukun didahului kasro, tetapi ditengahnya ada alif.  ام ارتابوا (amirtaabuu)Bacaan ini boleh ditipiskan.


ROK YANG DIBACA TIPIS

  • Jika dikasro. والعصر (wal’ashri)رزقا (rizqoo)
  • Jika rok sukun didahului huruf yang dikasro. فرعون (fir’auna)مرية (miryatin)
  • Jika didahului yak sukun kemudian waqof. كبي (kabiiiiir)خي (khoiiiiir)


Hukum Bacaan Tajwid (Bab 9: Tanda Waqaf)

1 Tanda (مـ) dinamakan Lazim => Harus Waqaf
2 Tanda (قف) Dinammakan Mustahab => Diutamakan Waqaf
3 Tanda (ط) Dinamakan Mutlaq => Diutamakan Waqaf
4 Tanda (قلى) Dinamakan Waqfu Ula => Diutamakan Waqaf
5 Tanda (ء/ع) Dinamakan Ruku' => Diutamakan Waqaf
6 Tanda (ج) Dinamakan Jaiz => Boleh Waqaf/Washol
7 Tanda (لا) Dinamakan La Washal => Bukan Tempat Waqof
8 Tanda ( صلى) Dinamakan Waslu Ula => Diutamakan Washol
9 Tanda ( ص) Dinamakan Muraqas => Diutamakan Washol
10 Tanda ( ق) Dinamakan Qabih => Diutamakan Washol
11 Tanda ( ز) Dinamakan Mujawaz => Diutamakan Washol
12  Tanda (. ۛ.  . ۛ.) Dinamakan Mu'anaqah => Utama waqof pada salah satunya

Itulah sedikit pembahasan kita tentang ilmu tajwid. Diharapkan untuk memberi masukan agar kami dapat memperbaiki kesalahan yang tak kami sengaja dalam artikel ini. Terimakasih
Buka Komentar