Hukum Bacaan Ra Tafkhim dan Ra Tarqiq Beserta Contoh

Dalam beberapa keadaan, huruf ر diucapkan secara tafkhim (tebal), sementara dalam keadaan lain dibaca secara tarqiq (tipis). Lalu pada saat kapan huruf ra dibaca tafkhim dan pada saat kapan huruf ra harus dibaca tarqiq? ini yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini

Karena hal ini sangat penting , mengingat pelafalan bacaan huruf ر ini juga menyangkut makhorijul huruf yang sangat penting didalam ilmu tajwid untuk menyempurnakan bacaan al Qur-an kita

Untuk itu sebelum kita bahas lebih lanjut tentang hukun bacaan Ra Tafkhim dan Ra Tarqiq ini ada baiknya kita mengetahui dulu apa yang dimaksud dengan tafkhim dan tarqiq, serta huruf hijaiyah yang mana saja yang harus di baca trafkhim dan tarqiq ini

1. Pengertian Tafkhim


Pengertian tafhkim menurut bahasa adalah tebal. atau menebalkan huruf tertentu dengan cara mengucapkan huruf tertentu dengan menjorokkan bibir agak ke depan.

Seperti 7 contoh huruf hijaiyah berikut ini :

ج ص ض ط ظ غ ق

Jika sahabat ingin fasih dalam melafalkan ke 7 huruf di atas, maka harus di lapalkan secara tebal dengan agak menjorokkan bibi kedepan

2. Pengertian Tarqiq


Adapu pengertian tarqiq menurut bahasa adalah tipis atau ringan. Sedangkan menurut istilah adalah membunyikan huruf-huruf tertentu dengan suara atau bacaan tipis.

Adapun huruf hijaiyah yang harus dibaca secara tarqiq (tipis) adalah huruf hijaiyah selain huruf isti'laa' ( 7 huruf yang termasuk dalam hurf tafkhim ).


3. Dibaca Tafkim atau Tarqiq


Nah selain hurf tarqiq dan tafkhim diatas , ada dua huruf hijaiyah yang ternyata bisa dibaca secara tafkim ataupu tarqiq lho, tergantung pada keadaannya. Yakni hurum ل (Lam) dan ر (Ra'). inilah yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini tentang hukum bacaan Ra tafkhim dan Ra tarqiq.

- Huruf ر diucapkan secara tebal jika:


1. berbaris fathah (َ) atau dhammah (ُ), contohnya:
Surat Al-Insyiqaaq ayat 22 
Surat Al-Insyiqaaq ayat 2


2. mati sesudah bunyi vokal ’a’ baris (َ) atau ’u’ baris (ُ), contohnya:

Surat Al-Buruuj ayat 21
Surat Al-Insyiqaaq ayat 3

termasuk juga mati karena membaca waqaf (berhenti), seperti:

Surat Al-Kawtsar ayat 3
Surat Al-An‘aam ayat 73 

3. mati sesudah bunyi vokal ’i’ baris (ِ ) asli dan berikutnya bertemu huruf Isti‘laa’ berbaris ( َ )atau (sebagian ahli tajwid memasukkan juga baris ( ِ ), contohnya:
Surat Al-Fajr ayat 14 

4. mati sesudah bunyi vokal ’i’ baris ( ِ ) tidak asli, yaitu yang terdapat pada hamzah (ء ) pada kata perintah atauء washal karena,ء itu hilang (diabaikan) pada saat membaca tidak berhenti melainkan diteruskan (washal). Contoh:

Surat Al-Fajr ayat 28

- Huruf رdiucapkan secara tipis jika:


1. berbaris kasrah (ِ ), contohnya:
Surat Al-Ghaasyiyah ayat 15

2. mati sesudah bunyi vokal ’i’ baris ( ِ ) asli dan berikutnya tidak bertemu huruf Isti‘laa’, contohnya:
Surat Al-Fajr ayat 10 

3. membaca berhenti pada suatu kata sehingga hurufر pada akhir kata itu dimatikan atau kebetulan memang mati dan sebelum berhenti ada bunyai vokal ’i’ baris ( ِ ), contohnya:

Surat Al-An‘aam ayat 18

Tip: Untuk mudahnya ingat saja kasus hurufر diucapkan secara tipis, yang selalu berhubungan dengan baris kasrah. Dan untuk kasus ر diucapkan secara berat adalah yang berhubungan dengan baris fathah dan dhommah.

SIlahkan berkomentar yang bijak
EmoticonEmoticon